Vegetarian Corner

Save the world, be Vegetarian.

Mengapa daging sangat berbahaya?

Posted by jhonwu on November 7, 2008

Orang Malaysia mengkonsumsi banyak daging. Pada tahun 1984, mereka menghabiskan 518.447 ton dagung ayam, 178.872 ton daging babi, 69.317 ton daging sapi dan 9.509 ton daging kambing. Impor produk perternakan pada tahun itu juga mencapai RM 2 milyar.

Akibatnya, resiko menderita penyakit ato mati muda menjadi sangat tinggi. Statistik WHO secara konsisten menunjukan bahwa negara negara yang paling banyak mengkonsumsi daging memiki tingkat insiden penyakit tertinggi. ( misalnya penyakit jantung dan kanker )

Fakta menunjukan, semua jenis daging umumnya tidak menyehatkan. Sebabnya adalah :

1. Sarat bahan kimia

Saat sekarang ini, dunia kita telah tercemar oleh bahan kimia beracun ( pestisida dan pupuk ). Ladang disemprot bahan kimia pembunuh serangga ( DDT ) yang menurut pakar dapat mengakibatkan kanker, kemandulan dan penyakit lever.

DDT dan pestisida sejenis nya juga mengendap dalam lemak hewan yang sekali disimpan akan sulit terurai. Akibatnya ketika sapi makan rumput atau pakan, pestisida apapun yang termakan akan disimpan sehingga jika anda makan daging, anda akan memasukkan racun kedalam tubuh anda. Daging mengandung 13 kali lipat DDT lebih banyak daripada sayuran, buah dan rerumputan. Peneliti Love State University di Amerika membuktikan sebagian besar DDT yang tersimpan dalam tubuh manusia berasal dari hewan.

2. Sarat dengan penyakit

Peracunan daging dimulai dari; hewan di jejali berbagai bahan kimia untuk mempercepat pertumbuhan nya, menggemukkannya, menyegarkan warnanya dan banyak lagi.

untuk menghasilkan bobot daging terbesar dengan keuntungan maksimal, hewan pedaging dipaksa makan banyak, disuntik hormon untuk merangsang pertumbuhannya, diberikan penambah nafsu makan, antibiotik, obat penenang dan campuran pakan berbahan kimia.

Banyak dari bahan kimia ini didapati mengakibatkan kanker dan fakta menunjukkan dari hewan ini mati bahkan sebelum digiring ke tempat penyembelihan.

Di Amerika dimana 70% ternak sapi diberi antibiotika, bahkan dengan dosis yang sangat tinggi, catatan Departemen Pertanian menyatakan bahwa jutaan kilogram daging hewan potong mengandung tumor.

3. Sarat dengan racun tubuh hewan

Sebelum dan selama disembelih, biokimiawi tubuh hewan mengalami perubahan drastis. Sisa racun menyebar ke seluruh tubuh sehingga meracuni seluruh dagingnya.

Menurut Britannica Ensiklopedia, racun tubuh termasuk asam urat dan zat racun lainnya terkandung dalam darah dan jaringan tubuhnya.

Kadar hormon dalam tubuh hewan, khususnya adrenalin, berubah drastis saat mereka menyaksikan teman-temannya mati di sekelilingnya dan mereka berjuang sia-sia untuk membebaskan diri. Menurut Institut Gizi Amerika, daging hewan sembelihan ( carcass ) penuh dengan darah beracun dan zat-zat sampah lainnya.

4. Sarat dengan zat hasil pembusukan.

Daging mentah senantiasa berada dalam kondisi pembusukan. Daging sangat lamban melewati saluran pencernaan manusia, yang memang tidak dirancang untuk mencerna daging. Daging membutuhkan 5 hari untuk keluar dari saluran pencernaan manusia, dibandingkan dengan makanan nabati yang hanya butuh 1½ hari.

Selama 5 hari tersebut, produk sampingan daging yang membusuk tetap bersentuhan dengan saluran pencernaan kita. Kebiasaan memakan daging hewan dalam keadaan membusuk menciptakan racun dalam usus besar dan menyebabkan saluran pencernaan kita aus lebih dini.

5. Sarat dengan bakteri

E Coli 0157, suatu jenis bakteri yang lazim terdapat dalam usus besar sapi, sering mengakibatkan diare berdarah dan dehirdrasi. Selama masa pemrosesan, daging sapi bisa saja bersentuhan dan tercemar tinja. Daging bertinja ini tetap saja dibungkus dan dikirim ke supermarket.

Di AS, daging sapi giling didapati telah tercemar bakteri ini, dalam satu bulan saja di Minnesota, di temukan 500 ton daging sapi cincang yang dapat mengakibatkan 22 jenis penyakit dan berpotensi menyebabkan penyakit lainnya pada 14 negara lain, karena diyakini tercemar E Coli 0157:H7.

Menurut Pusat nasional pengendalian penyakit Amerika ( CDC ) dalam laporan mei 2001, E Coli dan Salmonella keduanya menjangkiti 113.000 pertahun, anak kecil, manula dan mereka yang kekebalan tubuhnya lemah dianggap paling rentan terhadap penyakit yang dipicu E Coli.

6. Sarat dengan lemak dan kolesterol

Penelitian menunjukan bahwa daging sapi, babi, unggas dan domba, bahkan jika tidak dicemari kuman, mengandung lemak jenuh dan kolesterol dalam jumlah besar ( hewan pedaging memiliki 30 kali lemak jenuh lebih banyak daripada hewan sejenis normal ), sehingga menyesakkan pembuluh darah.

Tidaklah heran jika pemakan daging umurnya lebih pendek. Penelitian mancanegara menunjukkan bahwa suku eskimo, Greenland dan Kurgi ( Rusia ) merupakan konsumen daging tertinggi di dunia. Kelompok ini memeiliki harapan hidup rendah, bisa mencapai serendah 30 tahun saja.

Sebagai perbandingan, suku Hunza ( Pakistan ), Toda ( India Timut ), Kaukasia ( Rusia ) dan suku India Yukatan hidup dalam kondisi yang keras, dan ( hampir ) tidak memakan daging hewan sama sekali. Mereka rata-rata bisa hidup sampai 90-100 tahun. Suku Hunza tidak mengenal usia pensiun, masih enerjik pada usia 80-an dan banyak yang melewati usia 100 tahun.

7. Sarat dengan senyawa hasil rekayasa genetika

Hewan pedaging memang masih belum di rubah genetikanya, namun mereka di beri makan makanan yang telah direkayasa genetikanya, misalnya : jagung, kentang dan kedele.

Bahan makanan hasil rekayasa ini dapat menimbulkan alergi ( ruam dan gatal ), pening dan gangguan pernapasan. Dalam kasus yang parah dapat mengakibatkan shok anaphylaktik dan kematian.

Para pakar berhipotesa bahwa dampak membahayakan makanan produk rekayasa ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk yang lebih pekat ( pestisida ) dalam daging tercemar daripada dalam makanan nabati. Pestisida ini kemudian ‘diwariskan’ secara utuh kepada tubuh manusia ketika kita mengkonsumsi daging dan susus hewan tersebut. Memang hewan tidak secara langsung diberi pestisida, residu pestisida semakin banyak terkumpul dalam lemak tubuhnya karena ‘pencemarana lingkungan’.

sumber : what’s wrong with eating meat.

2 Responses to “Mengapa daging sangat berbahaya?”

  1. Salam kenal.

    Vegetarian itu menyehatkan dan mencerdaskan otak

  2. Artikel yang sangat menarik dan menambah wawasan, thanks.

    Ternyata makan daging sekarang sangat berbahaya. Saya jadi tahu seberapa bahayanya daging. Dan ternyata vegetarian itu cara ampuh dan alami untuk menurunkan kolesterol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: