Archive for the ‘Global Warming’ Category
Posted by jhonwu on February 27, 2009
- Dari 40 Miliar Dolar menjadi 20 Miliar Dolar Pengurangan Biaya dari Total Biaya untuk Mengatasi Perubahan Iklim
10 Feb 2009 oleh Jim Giles
Memangkas konsumsi burger daging sapi dan babi asap dapat mengurangi biaya melawan perubahan iklim sebesar 20 miliar dolar. Itu merupakan kesimpulan yang diperoleh dari sebuah penelitian yang menjumlahkan total biaya ekonomi dari diet daging.
Para peneliti yang terlibat menyebutkan bahwa mengurangi asupan daging sapi dan babi akan membuka penyerap karbon baru, karena vegetasi akan tumbuh subur di tanah-tanah peternakan yang tidak terpakai lagi.
Model tersebut memperhitungkan tanah peternakan yang digunakan untuk menanam makanan tambahan setelah daging tidak lagi diproduksi, tetapi hal itu pun hanya membutuhkan area yang lebih kecil, sehingga sisa areanya akan diabaikan. Berjuta-juta ton metana, sebuah gas rumah kaca yang kuat, juga tak akan terlepas setiap tahun karena berkurangnya emisi dari peternakan.
Dampak ini akan mengurangi kebutuhan akan teknologi penghemat karbon yang mahal, seperti pembangkit tenaga listrik yang bersih, sehingga menghemat jumlah uang yang sangat besar, ungkap Elke Stehfest dari Badan Asesmen Lingkungan Belanda dan para kolega.
Gas dari Saluran Pencernaan Hewan
Para ahli iklim telah mengingatkan akan tingginya biaya karbon dari daging selama beberapa tahun. Daging sapi terutama sangat buruk. Metana, sebuah gas rumah kaca yang kuat, dilepaskan dari saluran pencernaan sapi dan lewat kotoran hewan saat kotoran itu membusuk. Selanjutnya, untuk memproduksi satu kilogram daging sapi (2,2 pon), para peternak juga harus memberi makan seekor sapi 15 kg biji-bijian dan 30 kg pakan ternak. Biji-bijian membutuhkan pupuk, yang membutuhkan energi sangat besar untuk memproduksinya. Read the rest of this entry »
Posted in Global Warming | Tagged: biaya iklim, daging, Global Warming | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on February 26, 2009
Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali. Read the rest of this entry »
Posted in Global Warming | Tagged: gejala, Global Warming | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on February 11, 2009
Krisis energi dan pangan merebak ke seantero muka bumi. Ingin hemat energi? Salah satunya dalah dengan menjadi vegetarian atau setidaknya kurangi sumber makanan hewani. Apa pasal? Sebab ternyata bahan makanan hewani membutuhkan lebih banyak konsumsi energi dalam produksi dan suplainya dibanding makanan nabati.
Saat ini 19$ konsumsi energi di Amerika Serikat (AS) digunakan untuk memproduksi dan menyuplai makanan, begitu ungkap David Pimentel dan koleganya di Cornell University dalam jurnal Human Ecology. Produk pangan hewani dan junk food memerlukan lebih banyak energi dalam produksinya dibanding dengan sayuran, buah dan beras. Untuk membuat satu tangkup hamburger saja membutuhkan setidaknya 1.300 galon air, demikian menurut U.S. Geological Survey. Studi yang dilakukan ilmuwan asal University of Chicago, Gidon Eshel dan Pamela Martin mengatakan bahwa menjadi vegetarian sangat efektif dalam menghemat energi. Read the rest of this entry »
Posted in Global Warming | Tagged: Global Warming, krisis energi | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on February 11, 2009
Rabu, 4 Februari 2009 | 20:41 WIB, Kompas
Oleh Ninok Leksono
Hari-hari ini, salah satu berita yang menonjol adalah bencana banjir. Bengawan Solo yang meluap merendam kota-kota yang dilaluinya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Inilah fenomena yang sebenarnya telah ada bersama kita sejak bertahun-tahun silam.
Dari pengalaman ini, salah satu hal yang melegakan adalah bahwa sebenarnya musim masih berjalan normal-normal saja, ditandai oleh meningkatnya curah hujan pada bulan Januari dan Februari. Yang bisa dicermati lebih lanjut mungkin intensitas hujan itu sendiri, yang diyakini terkait dengan munculnya gejala perubahan iklim akibat pemanasan global.
Pengalaman manusia dengan air secara umum bisa dibagi dalam dua ekstrem. Yang pertama adalah masa kerepotan karena dihantam oleh air dalam jumlah besar, apakah itu dalam wujud air bah, banjir besar, atau hantaman gelombang besar tsunami seperti yang terjadi di Aceh akhir tahun 2004. Yang kedua adalah masa kesusahan akibat kelangkaan air, seperti saat muncul gejala El Nino tahun 1982 yang menyebabkan musim kemarau panjang.
Ke depan, kedua ekstrem itu pula yang akan terus mewarnai kehidupan di Bumi. Di satu sisi, manusia akan mendapat kelebihan air akibat pemanasan global yang akan melelehkan es di kutub dan di puncak gunung. Laporan terakhir menyebutkan, sebagian selimut es di Pegunungan Himalaya dan Tibet akan lenyap pada tahun 2100 dengan tingkat pelelehan yang ada sekarang ini, dan itu akan memberi air bagi 2 miliar penduduk dunia. Read the rest of this entry »
Posted in Global Warming | Tagged: air, banjir, Global Warming | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on January 30, 2009

Satu lagi papan iklan (billboard) menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan.Sebuah papan iklan di Times Square, New York akan dibuat dan menjadikannya sebuah papan iklan pertama di dunia yang menggunakan sumber tenaga dari sinar matahari dan angin.

Papan iklan seharga US$ 3.000.000 dan berat 15.875 kg ini akan berdiri diatas gedung Times Squares.
Untuk sumber tenaganya sendiri, papan iklan ini menggunakan 16 turbin angin dan 64 panel surya yang menghasilkan sumber listrik sekitar 22 kilowatts.
Papan iklan ini sendiri mulai dibangun dan rencananya akan mulai dioperasikan pada tanggal 4 Desember 2008.
Siapa yang menjadi pelanggan pertama mereka?? adalah perusahan eletronik yang terkenal dengan mesin fotocopynya yaitu RICOH.
Sumber : http://www.ecofriend.org/entry/eco-g…-times-square/
Posted in Global Warming | Tagged: Global Warming, papan iklan, tenaga surya | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on January 18, 2009

Ombak di laut (sea waves) mungkin saat ini hanya berguna dan disukai oleh para surfer (peselancar) tapi tidak lama lagi, ombak juga akan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
Pemerintah Irlandia berencana untuk mengkonversikan ombak menjadi pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 75 megawatss di tahun 2012. Dan pada tahun 2020, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 500 megawatss.
Teknologi ini membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan sumber lainnya seperti angin karena kontruksi yang dibangun harus tahan terhadap ombak itu sendiri, air laut yang asin (bergaram) dan juga badai (storm).
Selain Irlandia, Portugal juga sedang mengerjakan 3 unit pembangkit listrik dengan kapasitas 750 megawatss di Agucadora Wave Park.
Sumber
Posted in Global Warming | Tagged: Global Warming, pembangkit listrik tenaga ombak | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on January 13, 2009

Sebuah pusat pembangkit listrik dengan tenaga matahari di Spanyol (spain) baru saja dibuka dan merupakan yang terbesar di dunia saat ini.
Dengan menggunakan 120.000 panel tenaga matahri (solar panel) di lahan seluas 100 hektar dapat menghasilkan kapasitas sebesar 20 megawatts atau setara dengan dapat “menghidupi” 20.000 rumah.
Total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar 28 miliar dollar dan diharapkan dapat mengurangi emisi gas CO2 sekitar 42.000 ton per tahun.
Satu lagi tindakan untuk peduli terhadap lingkungan walaupun ada saja yang komplain bahwa pembukaan lahan ini telah “menghabisi” sebagian hutan. 
Well, segala sesuatu yang baik kadang-kadang memang perlu mengorbankan hal lainnya.
Sumber
Posted in Global Warming | Tagged: Global Warming, pembangkit listrik tenaga surya | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on January 7, 2009
Ahli iklim terkemuka Dr. James Hansen serukan untuk mengurangi batu bara dan daging untuk menghentikan pemanasan global
Pada KTT antar agama yang baru-baru ini diadakan di Uppsala, Swedia, Dr. James Hansen menyerukan kepada para pemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan daging. Beliau menjelaskan kepada para pemimpin dunia dalam sebuah wawancara dengan Supreme Master Television.
James Hansen – Ahli Iklim Dunia untuk Pusat Luar Angkasa Goddart NASA:
“Kita sebenarnya harus mengurangi jumlah CO2 kita di atmosfer, jumlahnya telah bertambah hingga 385 bagian per sejuta (ppm). Jika kita ingin menghentikan pemanasan dan pencairan es, kita harus mengurangi CO2 sedikitnya kembali ke 350 ppm, dan jika mungkin bahkan lebih rendah. Ini merupakan sebuah tugas yang berat; kita harus menghentikan emisi dari batu bara, menghentikan praktik-praktik peternakan kita, serta kebijakan hutan kita.”
Seperti yang telah ditegaskan oleh banyak ilmuwan, menghapus bahan bakar berbasis karbon akan memberi manfaat yang luas pada ekonomi, kesehatan planet ini, dan para penghuninya. Sambil terus menyerukan pemerintah untuk membuat kebijakan yang tegas, Dr. Hansen juga berbagi tentang cara yang dapat dilakukan oleh warga negara biasa untuk membantu menghentikan pemanasan global.
James Hansen – Ahli Iklim Dunia untuk Pusat Luar Angkasa Goddart NASA:
“Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon, tetapi
hanya dengan mengganti bola lampu atau hal lainnya tidak begitu efektif jika dibandingkan dengan mengubah pola makan Anda, karena jika Anda makan dari rantai makanan yang rendah daripada memakan hewan ternak yang menghasilkan banyak gas rumah kaca serta memakai banyak energi dalam proses untuk menghasilkan daging itu, maka dengan cara itu Anda benar-benar dapat memberi kontribusi yang besar daripada tindakan lainnya. Jadi dari sisi individu, itulah cara terbaik yang dapat Anda lakukan.
Salam kepada Supreme Master TV. Pesan saya untuk semuanya adalah: Jadilah Vegetarian, Bertindaklah Hijau, Selamatkan Bumi.”
Posted in Global Warming | Tagged: batubara, daging, Global Warming, peternakan | 1 Comment »
Posted by jhonwu on November 27, 2008
Tahun ini, lubang ozon yang ada di atas Antartika, Kutub Selatan mencapai luas maksimal hingga 26,88 kilometer persegi. Ini tercatat sebagai lubang terbesar kelima yang pernah terekam sepanjang sejarah.
Luas lubang ozon merupakan hasil pengukuran badan antariksa AS (NASA) yang telah melakukannya sejak 30 tahun terakhir. Pakar atmosfer dari badan antariksa AS (NASA), Paul Newman menilai hal tersebut sebagai lubang yang tergolong besar.
Lubang ozon terbentuk akibat menipisnya lapisan ozon. Hal tersebut membahayakan karena lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi ultraviolet dari Matahari. Meluasnya lubang ozon dinilai sebagai salah satu pemicu pemanasan global.
Biasanya lubang ozon terbentuk setiap bualn Agustus dan mencapi luas maksimum antara September hingga Oktober sebelum kembali menutup. Tahun lalu luas lubang ozon maksimum hanya 24,83 kilometer persegi.
sumber
Posted in Global Warming | Tagged: Global Warming, lubang ozon, ozon | Leave a Comment »
Posted by jhonwu on November 22, 2008
Memakan daging ayam dapat merusak hutan hujan. Ini adalah alarm peringatan dari organisasi lingkungan hidup yang dibunyikan karena kerusakan yang begitu cepat dari hutan hujan Amazon di Brazil. Berdasarkan
organisasi nirlaba Greenpeace, semua hewan liar dan pepohonan di lebih dari 2,9 acre ( 1,17 ha ) hutan hujan telah dihancurkan dari tahun 2004 s.d 2005 selama musim tanam untuk menanam legum yang digunakan untuk memberi makan ayam – ayam dan hewan lain di pabrik peternakan. Disaat banyak dari perusahaan daging, telur dan produk hewani di dunia yang bertanggung jawab atas hal ini, Greenpeace menyalahkan KFC- perusahaan penyiksa hewan dengan nama buruk, sebagai pemimpin dalam menghancurkan Amazon. Lihatlah Banner raksasa dibawah yang dibuat oleh activis Greenpeace di Brazil.
Salah satu hasil palawija utama yang tumbuh di hutan hujan adalah kacang kedelai, Kenyataannya, banyak dari jumlah kacang kedelai yang digunakan untuk memberi makan hewan ternak berasal dari hutan hujan.( Kacang kedelai yang digunakan dalam burger vegetarian, tahu, susu kacang kedelai di Amerika Serikat hampir seluruhnya berasal dari luar negeri, bukan dari Amazon ). Read the rest of this entry »
Posted in Global Warming | Tagged: Global Warming, hutan hujan, kelaparan | 1 Comment »