Vegetarian Corner

Save the world, be Vegetarian.

Siapa Bilang Vegetarian Itu Susah?

Posted by jhonwu on November 23, 2009

Oleh : Jenny Jusuf

Menjadi vegetarian adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas di benak saya sama sekali. Saya cukup sering membaca berbagai tulisan dan artikel tentang vegetarian, dan pernah pula tergoda menjajal berpuasa daging ketika mendengar Oprah Winfrey menjadi vegetarian, namun semua itu hanya sebatas mampir di otak. Berkelebat sekilas dan lenyap tanpa bekas.

Sebagai pelahap sejati ayam bakar, empal goreng, bistik, gulai otak, hamburger, dan segala jenis makanan berdaging lain, saya menjadikan daging menu utama dalam hidangan sehari-hari. Saya bahkan sanggup menyantap menu yang sama selama berhari-hari, selama racikan bumbunya pas dan sesuai dengan lidah saya, dan yang terpenting, berdaging.

Perkenalan saya yang pertama dengan makanan tanpa daging terjadi kira-kira sepuluh bulan yang lalu, ketika saya menjalin pertemanan dengan dua vegetarian sejati. Yang satu sudah menjadi vegetarian selama tiga tahun, sedangkan satunya lagi sudah menjadi herbivora selama delapanbelas tahun. Rekor yang terdengar mengerikan buat saya, namun toh saya salut dengan konsistensi keduanya.

Kunjungan yang cukup sering membuat saya tergoda mencicip aneka hidangan yang tersaji di meja makan mereka. Saya masih tidak bisa membayangkan rasanya makan tanpa daging, namun setelah dicicipi, rasanya tidak seburuk yang saya duga. Ketika bepergian bersama, saya ikut memilih menu tanpa daging untuk menghormati mereka. Ternyata, saya menikmatinya. Lambat laun, saya mulai terbiasa.

Saya tidak lagi berfoya-foya menyantap daging. Dalam seminggu, saya membiasakan diri untuk berpuasa daging selama dua hari. Setelah beberapa bulan, saya mampu berpuasa daging selama empat hari. Saya pun mulai merasakan nikmatnya berpantang daging. Tubuh menjadi jauh lebih sehat, terasa ringan, dan tidak rentan penyakit. Sejak kecil, saya mudah terserang penyakit dan terbiasa mengkonsumsi berbagai jenis antibiotik sejak berusia dua tahun. Kebiasaan itu terbawa hingga saya dewasa dan menjadikan saya tergantung dengan obat-obatan. Sejak menekunimeditasi dan mengurangi konsumsi daging, kondisi tubuh saya berangsur-angsur mengalami perubahan.

Saya yang dulu sering terkena flu, kini jarang sekali sakit. Andaipun sakit, tidak lebih dari dua atau tiga hari. Saya yang dulu membawa dompet berisi berbagai macam obat mulai dari jamu sampai kapsul di dalam tas, kini mulai berani pergi tanpa segala peralatan perang itu. Saya yang dulu ‘fakir obat’ (selalu mencari obat setiap kali tubuh terasa tidak enak) sekarang tidak pernah lagi minum obat. Seakan-akan tubuh saya kembali menemukan kemampuan alamiahnya untuk menyembuhkan diri sendiri. Tidak hanya tubuh, hati saya pun terasa lebih lapang dan .jernih.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mengeliminasi daging dari menu sehari-hari. Bukan hanya beberapa kali seminggu, melainkan setiap hari. Saya memberi penjelasan kepada anggota keluarga yang mempertanyakan keputusan tersebut. Lambat laun, mereka mulai terbiasa dengan gaya hidup saya yang baru.

Kekhawatiran yang tadinya saya miliki tentang apa-kata-orang ternyata tidak terbukti. Sebaliknya, menjadi vegetarian memberi saya kesempatan untuk belajar berkomunikasi. Saya belajar menyampaikan dengan jujur dan apa adanya alasan saya untuk tidak mengkonsumsi daging. Saya menjelaskan pilihan yang saya ambil kepada teman-teman saya. Ternyata mereka dapat menerimanya dengan baik. Setelah beberapa bulan, dua sahabat saya yang awalnya sangsi menjadi tertarik dan ikut mengurangi menyantap daging.

“Dulu, saya sempat khawatir untuk menyebut diri vegetarian, namun kini saya mengucapkannya dengan percaya diri.”

Kebahagiaan saya bertambah dengan menjamurnya restoran vegetarian di berbagai tempat, yang berarti, pilihan untuk menikmati makanan enak dan sehat juga semakin bertambah. Restoran-restoran lain yang mulai menyediakan menu vegetarian di samping menu biasa juga semakin membuat saya berseri-seri. Sungguh, menjadi vegetarian ternyata tidak sesulit yang saya duga.

Beberapa hari lalu, saya membereskan kamar. Di sudut meja, saya menemukan sebuah dompet berisi berbagai macam obat. Saya terheran-heran dan bertanya-tanya sendiri, sejak kapan benda itu tergeletak di sana. Benda yang dulu tak pernah saya tinggalkan barang sehari, kini telah terlupakan. Kemudian saya ingat, saya pernah mengeluarkannya dari tas karena malas membawa terlalu banyak barang. Saat itu, saya merasa cukup sehat dan yakin alergi saya tidak akan kambuh, tidak akan terserang masuk angin, mual mendadak dan sebagainya. Saya mengeluarkannya dan menaruhnya di atas meja. Sejak itu, saya tidak pernah menyentuhnya lagi.

Saya tersenyum, lantas mengosongkan isi dompet tersebut. Saya merasa seperti narapidana yang baru keluar dari penjara. Saya bebas.

Setiap hari, saat melihat makanan di piring, apa pun isinya, hati saya bernyanyi dan bersyukur. Kebebasan itu tidak hanya datang dari tubuh yang sehat, namun dari pilihan yang saya ambil dan jalani setiap hari dengan penuh kesadaran.

Bulan ini adaiah bulan kelima saya ‘berpuasa daging’, dan tampaknya saya akan meneruskan puasa ini selamanya. Sayur nangka, jamur goreng, kentang masak kecap, telur balado, pepes oncom, tempe mendoan, semur tahu, dan semangkuk sayur berkuah adaiah surga kecil saya sekarang. Itu semua sudah cukup.

Dulu, saya sempat khawatir untuk menyebut diri vegetarian, namun kini saya mengucapkannya dengan percaya diri. Dulu, saya memiliki berbagai kekhawatiran untuk menjalani gaya hidup tanpa daging. Kini, saya sering tersenyum kala mengenangnya, dan membatin, “Tahu begitu, dari dulu saja.”

Ya. Siapa bilang jadi Vegetarian itu susah?

Jenny Jusuf adalah novelis, blogger dan kini menjadi asisten Dewi “Dee” Lestari.

Sumber : Majalah Info Vegetarian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: