Vegetarian Corner

Save the world, be Vegetarian.

Posts Tagged ‘Global Warming’

Laju kerusakan hutan Indonesia mencapai 1,1 juta hektar per tahun

Posted by jhonwu on November 28, 2009

BANJARMASIN, KOMPAS.com – Laju kerusakan hutan Indonesia mencapai 1,1 juta hektar per tahun.

“Sementara kemampuan pemerintah melakukan rehabilitasi hanya 500 ribu hektare per tahun,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta di Banjarmasin, Jumat (27/11).

Kondisi tersebut, dikhawatirkan akan mempercepat dampak pemanasan global yang mengancam kehancuran alam di Indonesia maupun dunia.

Hatta mengatakan, saat ini suhu dunia naik hingga empat derajat, akibatnya permukaan laut naik hingga 80 sentimeter.

Bila kondisi ini dibiarkan berlangsung, maka sebanyak 30-40 juta penduduk Indonesia terancam menjadi korban dampak pemanasan global diantaranya banjir, bencana alam dan dampak lainnya.

“Untuk itu kami meminta seluruh warga Indonesia melakukan penanaman pohon, minimal satu orang satu pohon untuk menahan laju pemanasan global tersebut,” katanya.

Kementerian Lingkungan Hidup juga telah melakukan koordinasi dengan kementerian lainnya untuk melakukan perbaikan lingkungan dalam segala segi, baik menteri kehutanan, pertambangan, kelautan dan perkebunan.

Untuk melakukan koordinasi, dia bersama stafnya harus rela mendatangi satu per satu lembaga kementerian terkait, agar bisa mendapatkan dukungan penuh dalam perbaikan lingkungan.

“Kadang teman-teman menteri egonya juga tinggi, sehingga saya harus rela mendatangi satu persatu,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang juga melakuakan kunjungan kerja ke Banjarmasin, mengatakan, untuk menahan laju kerusakan hutan tersebut pihaknya telah memperketat izin penebangan pohon baik untuk industri, pertambangan maupun perkebunan.

“Masa depan Indonesia bukan kepada harga kayunya, tetapi pada hutannya yang hijau sehingga bisa untuk wisata alam sekaligus paru-paru dunia,” katanya.

Rehabilitasi hutan menjadi prioritas dalam program seratus hari kerja Menhut. Untuk menjalankan program itu, pada 2009 ini pemerintah menyiapkan dana reboisasi (DR) sebesar Rp 2 triliun dan 2010 menjadi Rp 2,6 triliun.

Dana tersebut, akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan industri kayu, akan diambilkan kayu dari hutan tanaman rakyat.

Menurut Menhut, yang menjadi persoalan saat ini adalah banyak kawasan hutan yang telah beralih menjadi pertambangan dan perkebunan, padahal izin pinjam pakai atau izin pelepasan kawasan hutan belum diberikan.

Di Kalimantan Selatan, jumlahnya mencapai ratusan ribu hektar, sedangkan di Kalimantan Tengah mencapai jutaan hektare, begitu juga di Sumatra juga tidak kalah banyaknya.

“Persoalan-persoalan tersebut harus diselesaikan satu persatu, karena jumlahnya terlalu banyak,” katanya.

Sumber

Posted in Global Warming | Tagged: , | 1 Comment »

Makan Sedikit Daging Pangkas Separuh Biaya Iklim

Posted by jhonwu on February 27, 2009

– Dari 40 Miliar Dolar menjadi 20 Miliar Dolar Pengurangan Biaya dari Total Biaya untuk Mengatasi Perubahan Iklim

10 Feb 2009 oleh Jim Giles

Memangkas konsumsi burger daging sapi dan babi asap dapat mengurangi biaya melawan perubahan iklim sebesar 20 miliar dolar. Itu merupakan kesimpulan yang diperoleh dari sebuah penelitian yang menjumlahkan total biaya ekonomi dari diet daging.

Para peneliti yang terlibat menyebutkan bahwa mengurangi asupan daging sapi dan babi akan membuka penyerap karbon baru, karena vegetasi akan tumbuh subur di tanah-tanah peternakan yang tidak terpakai lagi.

Model tersebut memperhitungkan tanah peternakan yang digunakan untuk menanam makanan tambahan setelah daging tidak lagi diproduksi, tetapi hal itu pun hanya membutuhkan area yang lebih kecil, sehingga sisa areanya akan diabaikan. Berjuta-juta ton metana, sebuah gas rumah kaca yang kuat, juga tak akan terlepas setiap tahun karena berkurangnya emisi dari peternakan.

Dampak ini akan mengurangi kebutuhan akan teknologi penghemat karbon yang mahal, seperti pembangkit tenaga listrik yang bersih, sehingga menghemat jumlah uang yang sangat besar, ungkap Elke Stehfest dari Badan Asesmen Lingkungan Belanda dan para kolega.

Gas dari Saluran Pencernaan Hewan

Para ahli iklim telah mengingatkan akan tingginya biaya karbon dari daging selama beberapa tahun. Daging sapi terutama sangat buruk. Metana, sebuah gas rumah kaca yang kuat, dilepaskan dari saluran pencernaan sapi dan lewat kotoran hewan saat kotoran itu membusuk. Selanjutnya, untuk memproduksi satu kilogram daging sapi (2,2 pon), para peternak juga harus memberi makan seekor sapi 15 kg biji-bijian dan 30 kg pakan ternak. Biji-bijian membutuhkan pupuk, yang membutuhkan energi sangat besar untuk memproduksinya. Read the rest of this entry »

Posted in Global Warming | Tagged: , , | Leave a Comment »

10 Gejala Pemanasan Global

Posted by jhonwu on February 26, 2009

Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.

  • Kebakaran hutan besar-besaran

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.

  • Situs purbakala cepat rusak

Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.

  • Ketinggian gunung berkurang

Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali. Read the rest of this entry »

Posted in Global Warming | Tagged: , | 1 Comment »

Mau Hemat Energi? Jadilah Vegetarian!

Posted by jhonwu on February 11, 2009

Krisis energi dan pangan merebak ke seantero muka bumi. Ingin hemat energi? Salah satunya dalah dengan menjadi vegetarian atau setidaknya kurangi sumber makanan hewani. Apa pasal? Sebab ternyata bahan makanan hewani membutuhkan lebih banyak konsumsi energi dalam produksi dan suplainya dibanding makanan nabati.

Saat ini 19$ konsumsi energi di Amerika Serikat (AS) digunakan untuk memproduksi dan menyuplai makanan, begitu ungkap David Pimentel dan koleganya di Cornell University dalam jurnal Human Ecology. Produk pangan hewani dan junk food memerlukan lebih banyak energi dalam produksinya dibanding dengan sayuran, buah dan beras. Untuk membuat satu tangkup hamburger saja membutuhkan setidaknya 1.300 galon air, demikian menurut U.S. Geological Survey. Studi yang dilakukan ilmuwan asal University of Chicago, Gidon Eshel dan Pamela Martin mengatakan bahwa menjadi vegetarian sangat efektif dalam menghemat energi. Read the rest of this entry »

Posted in Global Warming | Tagged: , | Leave a Comment »

Banjir dan Kebangkrutan Air

Posted by jhonwu on February 11, 2009

Rabu, 4 Februari 2009 | 20:41 WIB, Kompas

Oleh Ninok Leksono

Hari-hari ini, salah satu berita yang menonjol adalah bencana banjir. Bengawan Solo yang meluap merendam kota-kota yang dilaluinya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Inilah fenomena yang sebenarnya telah ada bersama kita sejak bertahun-tahun silam.

Dari pengalaman ini, salah satu hal yang melegakan adalah bahwa sebenarnya musim masih berjalan normal-normal saja, ditandai oleh meningkatnya curah hujan pada bulan Januari dan Februari. Yang bisa dicermati lebih lanjut mungkin intensitas hujan itu sendiri, yang diyakini terkait dengan munculnya gejala perubahan iklim akibat pemanasan global.

Pengalaman manusia dengan air secara umum bisa dibagi dalam dua ekstrem. Yang pertama adalah masa kerepotan karena dihantam oleh air dalam jumlah besar, apakah itu dalam wujud air bah, banjir besar, atau hantaman gelombang besar tsunami seperti yang terjadi di Aceh akhir tahun 2004. Yang kedua adalah masa kesusahan akibat kelangkaan air, seperti saat muncul gejala El Nino tahun 1982 yang menyebabkan musim kemarau panjang.

Ke depan, kedua ekstrem itu pula yang akan terus mewarnai kehidupan di Bumi. Di satu sisi, manusia akan mendapat kelebihan air akibat pemanasan global yang akan melelehkan es di kutub dan di puncak gunung. Laporan terakhir menyebutkan, sebagian selimut es di Pegunungan Himalaya dan Tibet akan lenyap pada tahun 2100 dengan tingkat pelelehan yang ada sekarang ini, dan itu akan memberi air bagi 2 miliar penduduk dunia. Read the rest of this entry »

Posted in Global Warming | Tagged: , , | Leave a Comment »

Papan iklan pertama di dunia dengan tenaga matahari dan angin di New York

Posted by jhonwu on January 30, 2009

papan-iklan

Satu lagi papan iklan (billboard) menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan.Sebuah papan iklan di Times Square, New York akan dibuat dan menjadikannya sebuah papan iklan pertama di dunia yang menggunakan sumber tenaga dari sinar matahari dan angin.

Papan iklan seharga US$ 3.000.000 dan berat 15.875 kg ini akan berdiri diatas gedung Times Squares.
Untuk sumber tenaganya sendiri, papan iklan ini menggunakan 16 turbin angin dan 64 panel surya yang menghasilkan sumber listrik sekitar 22 kilowatts.
Papan iklan ini sendiri mulai dibangun dan rencananya akan mulai dioperasikan pada tanggal 4 Desember 2008.
Siapa yang menjadi pelanggan pertama mereka?? adalah perusahan eletronik yang terkenal dengan mesin fotocopynya yaitu RICOH.

Sumber : http://www.ecofriend.org/entry/eco-g…-times-square/

Posted in Global Warming | Tagged: , , | Leave a Comment »

Pembangkit Listrik dgn Sumber dr Ombak di Laut (PLTO)

Posted by jhonwu on January 18, 2009


Ombak di laut (sea waves) mungkin saat ini hanya berguna dan disukai oleh para surfer (peselancar) tapi tidak lama lagi, ombak juga akan digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
Pemerintah Irlandia berencana untuk mengkonversikan ombak menjadi pembangkit tenaga listrik dengan kapasitas 75 megawatss di tahun 2012. Dan pada tahun 2020, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 500 megawatss.
Teknologi ini membutuhkan biaya yang lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan sumber lainnya seperti angin karena kontruksi yang dibangun harus tahan terhadap ombak itu sendiri, air laut yang asin (bergaram) dan juga badai (storm).
Selain Irlandia, Portugal juga sedang mengerjakan 3 unit pembangkit listrik dengan kapasitas 750 megawatss di Agucadora Wave Park.

Sumber

Posted in Global Warming | Tagged: , | Leave a Comment »

Pembangkit Listrik Tenaga Surya(PLTS) Terbesar di Dunia

Posted by jhonwu on January 13, 2009


Sebuah pusat pembangkit listrik dengan tenaga matahari di Spanyol (spain) baru saja dibuka dan merupakan yang terbesar di dunia saat ini.
Dengan menggunakan 120.000 panel tenaga matahri (solar panel) di lahan seluas 100 hektar dapat menghasilkan kapasitas sebesar 20 megawatts atau setara dengan dapat “menghidupi” 20.000 rumah.
Total biaya yang dikeluarkan adalah sekitar 28 miliar dollar dan diharapkan dapat mengurangi emisi gas CO2 sekitar 42.000 ton per tahun.
Satu lagi tindakan untuk peduli terhadap lingkungan walaupun ada saja yang komplain bahwa pembukaan lahan ini telah “menghabisi” sebagian hutan. 🙂
Well, segala sesuatu yang baik kadang-kadang memang perlu mengorbankan hal lainnya.
Sumber

Posted in Global Warming | Tagged: , | Leave a Comment »

Kurangi Batubara dan daging demi menghentikan Pemanasan Global

Posted by jhonwu on January 7, 2009

Ahli iklim terkemuka Dr. James Hansen serukan untuk mengurangi batu bara dan daging untuk menghentikan pemanasan global

Pada KTT antar agama yang baru-baru ini diadakan di Uppsala, Swedia, Dr. James Hansen menyerukan kepada para pemerintah untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan daging. Beliau menjelaskan kepada para pemimpin dunia dalam sebuah wawancara dengan Supreme Master Television.
James Hansen – Ahli Iklim Dunia untuk Pusat Luar Angkasa Goddart NASA:
“Kita sebenarnya harus mengurangi jumlah CO2 kita di atmosfer, jumlahnya telah bertambah hingga 385 bagian per sejuta (ppm). Jika kita ingin menghentikan pemanasan dan pencairan es, kita harus mengurangi CO2 sedikitnya kembali ke 350 ppm, dan jika mungkin bahkan lebih rendah. Ini merupakan sebuah tugas yang berat; kita harus menghentikan emisi dari batu bara, menghentikan praktik-praktik peternakan kita, serta kebijakan hutan kita.”

Seperti yang telah ditegaskan oleh banyak ilmuwan, menghapus bahan bakar berbasis karbon akan memberi manfaat yang luas pada ekonomi, kesehatan planet ini, dan para penghuninya. Sambil terus menyerukan pemerintah untuk membuat kebijakan yang tegas, Dr. Hansen juga berbagi tentang cara yang dapat dilakukan oleh warga negara biasa untuk membantu menghentikan pemanasan global.
James Hansen – Ahli Iklim Dunia untuk Pusat Luar Angkasa Goddart NASA:

“Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi emisi karbon, tetapi
hanya dengan mengganti bola lampu atau hal lainnya tidak begitu efektif jika dibandingkan dengan mengubah pola makan Anda, karena jika Anda makan dari rantai makanan yang rendah daripada memakan hewan ternak yang menghasilkan banyak gas rumah kaca serta memakai banyak energi dalam proses untuk menghasilkan daging itu, maka dengan cara itu Anda benar-benar dapat memberi kontribusi yang besar daripada tindakan lainnya. Jadi dari sisi individu, itulah cara terbaik yang dapat Anda lakukan.

Salam kepada Supreme Master TV. Pesan saya untuk semuanya adalah: Jadilah Vegetarian, Bertindaklah Hijau, Selamatkan Bumi.”

Posted in Global Warming | Tagged: , , , | 1 Comment »

Lubang Ozon Tahun Ini Membesar

Posted by jhonwu on November 27, 2008

ozone_d2008-11-24_g348x348iomi_paura_v8f_lshTahun ini, lubang ozon yang ada di atas Antartika, Kutub Selatan mencapai luas maksimal hingga 26,88 kilometer persegi. Ini tercatat sebagai lubang terbesar kelima yang pernah terekam sepanjang sejarah.

Luas lubang ozon merupakan hasil pengukuran badan antariksa AS (NASA) yang telah melakukannya sejak 30 tahun terakhir. Pakar atmosfer dari badan antariksa AS (NASA), Paul Newman menilai hal tersebut sebagai lubang yang tergolong besar.

Lubang ozon terbentuk akibat menipisnya lapisan ozon. Hal tersebut membahayakan karena lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi ultraviolet dari Matahari. Meluasnya lubang ozon dinilai sebagai salah satu pemicu pemanasan global.

Biasanya lubang ozon terbentuk setiap bualn Agustus dan mencapi luas maksimum antara September hingga Oktober sebelum kembali menutup. Tahun lalu luas lubang ozon maksimum hanya 24,83 kilometer persegi.

sumber

Posted in Global Warming | Tagged: , , | Leave a Comment »